Tugas 2 APST
December 7, 2009 at 9:16 am | In Uncategorized | Leave a CommentPls Check This
Akang Arman
Tugas 2 Teknik Otomasi
November 24, 2009 at 9:18 am | In Uncategorized | Leave a CommentMas dan Mbak
Pls Check This Out
Tks
Akang Arman
Laporan Pengamatan SIMULINK
November 16, 2009 at 12:46 pm | In Uncategorized | Leave a CommentRekans
Pls Check this out
Hatur Nuhun
Akang Arman
Transformational Teaching
July 30, 2009 at 6:49 am | In Uncategorized | Leave a CommentTags: inspiring, teaching, transformational
Thanks
Perbaikan Blog
July 29, 2009 at 10:01 am | In Uncategorized | Leave a CommentRekans
Untuk lebih memudahkan rekans sekalian dalam menikmati dan membaca blog ini, saya mencoba memperbaiki tampilan blog dengan menambahkan beberapa page (sebagai main page dan sub page) seperti : Beranda, Campur Sari (dengan sub page : inspirasi, motivasi dan marketing), Creativity, Rekayasa dan Z_interesting.
Beberapa page masih UNDER CONSTRUCTION.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Terima kasih
Akang Arman
Hanamasa Dan Kegagalan
January 14, 2009 at 3:45 pm | In Uncategorized | 4 Comments
Tulisan agak tertunda karena beberapa kesibukan. Kelas 3A telah memenuhi janjinya untuk makan di Hanamasa pada tanggal 17 Desember 2008 yang lalu.
Yang menarik bukan sekedar makan di Hanamasanya namun latar belakang di balik acara makan enak itu. Makan di hanamasa adalah komitmen kelas 3A jika mereka gagal memenuhi rencana kerja mereka menyusun proposal TA sesuai dengan dead line yang telah disepakati, dan kegagalan inilah yang akan menjadi pokok bahasa tulisan saya kali ini.
Kegagalan pencapaian tujuan, apapun tujuannya dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Tujuan yang tidak SMART
2. Tujuan yang tidak terintenalisasi
3. Lack of commitment
4. Loss of focus
5. Not manage the resources as a team
Saya akan coba bahas satu persatu dan fokus saya pada kegagalan kelas 3A dalam menyelasikan tujuan/rencana kerja mereka menyusun proposal TA.

Suatu tujuan hendaknya memenuhi syarat SMART : spesific, measureable, achieveable, realistic dan time contrain. Spesific berarti jelas, tidak mendua, setiap orang menginterpertasi sama. Measureable berarti terukur, artinya terdapat suatu hal yang dapat dilihat dan terkuantifikasi. Achieveable dapat berarti menantang sementara realistic berarti masuk akal. Achieveable dan realistic haruslah seimbang, dalam arti tidak terlalu menantang namun juga tidak terlalu mudah untuk dicapai. Time constrain berati berbatas waktu.
Dalam kasus penyusunan proposal TA ini tujuan sudah dibuat untuk memenuhi syarat SMART ini, namun kegagalan tetap muncul.
Tujuaan ini tampaknya tidak terinternalisasi, hampir semua mahasiswa tidak menganggap tujuan ini bagian dari tujuan aktivitasnya, akibat yang muncul adalah Lack of commitement, tidak ada komitmen yang kuat untuk mengerjakan dan menyelesaikan tujuan ini.
Jika ada sebagian kecil mahasiswa ada yang meninternalisasikan tujuan ini namun mereka tetap gagal menyelesaikannya ini lebih disebabkan karena mereka lost of focus, kehilangan fokus untuk menyelesaikan tujuan ini, mungkin karena merek melihat teman-teman lain yang tidak mencoba menyelesaikan tujuan ini.
Last but not least, bahwa di semua kelas baik kelas 3A maupun 3B menurut info tidak satupun yang dapat menyelesaikan tujuan ini, menurut saya ini disebabkan rekan-rekan tidak memanfaatkan resources sebagai sebuah team work yang dapat saling membantu, mengingatkan, memberi semangat, mengoreksi, memberikan jalan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan lebih jauh saya merencanakan sebuah skema yang berbeda, yang lebih individual untuk menguji apakah rekan-rekan bisa belajar dari kegagalan ini. Terima kasih
Akang Arman
3B dan Hanamasa
November 23, 2008 at 8:30 am | In Campur-campur, Campus | 2 CommentsTags: Hanamasa
Rekan…
Jumat kemarin (21 Nov 2008) kelas 3B memenuhi janjinya. Jam 13.30 saya ditemani Dony berangkat ke medan Hanamasa, kami selesai jam 16.30, Dony juga ternyata pejuang yang tangguh. Perkiraan saya lebih dari 20 piring kita habiskan, mulai dari makanan pembuka, main course, sampai penutup. Berikut foto-fotonya :
Saya tunggu kelas 3A, adakah mereka setangguh DONY, lagi pula pejuangnya ditambah dengan Pak Ismail, jadi pengantarnya juga harus 2 orang.
Terima kasih Akang ArmanKekuatan Motivasi
November 19, 2008 at 4:23 pm | In Uncategorized | 5 CommentsOrang yang paling bijaksana bukanlah orang yang paling sedikit mengalami kegagalan, tetapi mengubah kegagalan tersebut menjadi keberhasilan. (Richard R. Grant)
Sangat menyenangkan melakukan hal-hal yang tidak mungkin. (Walt Disney)
Keindahan dari sebuah kesuksesan bukanlah bagaimana kita tidak pernah gagal, tetapi pada bagaimana kita bangkit kembali saat mengalami kegagalan. (Anonim)
Kejeniusan terdiri atas satu persen inspirasi dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras. (Thomas Edison)
Satu-satunya jalan untuk mengetahui batas sebuah kemungkinan adalah dengan mencoba menelusurinya sampai ke batas ketidakmungkinan. (Arthur C. Clarke)
Terimalah tantangan sehingga kau dapat merasakan nikmatnya sebuah kemenangan. (Goerge S. Patton)
Biarlah aku menang, tetapi bila aku tak bisa menang, biarkan aku menjadi cukup berani untuk mencoba (Moto Olimpiade)
Banyak orang yang menerima nasihat, hanya mereka yang bijaksana yang dapat memperoleh keuntungan dari nasihat-nasihat tersebut. (Syrus)
Mudah-mudahan bermanfaat Akang ArmanWHAT IS THE DIFFERENCE BETWEEN HIGH SCHOOL AND COLLEGE
November 13, 2008 at 3:58 pm | In Campus | Leave a CommentTags: College student, high school student
Rekans…
Ini sebuah kutipan dari buku : Motivation and Learning Strategies for College Success: A Self-management Approach By Myron H. Dembo
One of the major differences in the transition from high school to college classrooms is the change from a teacher-directed to a student-directed environment. In high school, many teachers tend to guide students’ learning by telling them what, when, and how to learn. For example, when assignments are given, high school teachers frequently help students manage the tasks necessary to complete the assignment, such as requiring outlines or drafts of papers. In college, students are on their own. They can ask questions and obtain more information about an assignment, but rarely does a college instructor monitor students’ progress. In college, students are expected to manage their own learning.
Another difference between high school and college is that high school teachers often spend considerable time attempting to motivate students to learn, whereas college instructors generally expect students to be self-motivated. Although students are told about the demands of college, many freshmen experience culture shock when they enter learning environments that differ from their past experiences. The following are comments written in a journal by a student in her first term in college:
Mudah-mudahan bermanfaat Akang Arman
Hanamasa
November 7, 2008 at 12:56 pm | In Campur-campur | 1 CommentTags: Hanamasa, syabu-saybu, Yakiniku
Hanamasa
HANAMASA Restoran merupakan restoran Jepang pertama di Indonesia bertaraf International dengan konsep Self – Service, serta perpaduan tradisionil khas Jepang dan Indonesia. HANAMASA menyajikan menu utama YAKINIKU (makanan yang dibakar) dan SYABU – SYABU (makanan yang direbus) dengan beragam makanan pilihan mulai dari daging sapi, ayam, seafood dan sayuran segar yang diolah secara higienis. (www.sendokgarpu.com)
MENU
1. YAKINIKU
Yakiniku merupakan makanan Jepang yang dimasak dengan cara dipanggang dengan aneka daging pilihan dan sea food yang segar dan lezat.Tempat memanggang sudah disediakan minyak yang khusus untuk memanggang. Sebelum dipanggang, daging dan sea food pilihan dicelupkan ke dalam saus Niku Tare ( saus berwijen ), kemudian dipanggang hingga matang.Setelah matang sesuai selera, kemudian dicelupkan ke dalam saus Soto Tare (saus tanpa wijen), dan siap disantap dengan nasi putih
2. SYABU-SYABU
Syabu-syabu merupakan makanan Jepang yang cara memasaknya dengan direbus, dengan aneka daging pilihan, sea food dan sayuran segar. Setelah matang campuran Yakumi ( parutan Bawang Putih ), Lobak dan daun Bawang dimasukkan ke dalam saus Ponzu, kemudian Syabu-syabu dicelupkan ke dalam saus Ponzu tersebut atau saus Thai Suki yang enak dan lezat, dan siap disantap dengan nasi putih.
Some comment :
Ketika gw balik lagi ke kandang kampus gw, gw dapet kabar dari teman gw ternyata Hanamasa belum ada sertifikat Halalnya. Mampus gw!!! Setelah di kroscek ke mbah google, ternyata info itu bener juga. Uekssss… Jadi apa yang gw makan tadi belum tentu halal ya?? Tapi ama mau dikata, udah kenyang gw makannya. Hehe..
Jadi, paling kalo loe mau berniat nraktir gw ke Hanamasa lagi, paling gw rekomendasiin makan yang ga ada kandungan dagingnya. Makan aja ikan atau sea food nya, maknyus koq. Salad, buah2an dan minuman tentu masih halal donk. Hehe… Smoga aja Hanamasa bisa secepatnya ada label Halal-nya ya, jd ga bakal was-was lagi kalo makan disana. Lagian gw bisa makan di Hanamasa kalo ada yang nraktir doank, hehe.. Jadi peluang gw bisa makan disana sekitar 1 banding 1000 dah.
http://akaike.wordpress.com/2008/08/30/akhirnya-gw-ke-hanamasa/
Ini beberapa rangkuman tentang hanamasa, tulisan ini dimaksudkan untuk menyambut “D” day dari kelas 3A dan 3B, semoga memperoleh tanggapan.
Terima Kasih Akang Arman
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




